Sabtu, 04 Januari 2014

2014 Tahun Politik

Banyak yang menyebut 2014 ini sebagai tahun politik. Sebutan ini merujuk pada dua  kegiatan politik nasional yang terjadi pada 2014 yakni Pemilihan Legislatif pada 8 April 2013 dan Pemilihan Presiden yang  diusulkan KPU pada kisaran Juli mendatang.

Namanya Tahun politik,  semua pada fokus pada aktifitas politik. Khususnya  pada dua  perhelatan tersebut. Pada menduga kira-kira kontruksi politik nasional nanti bakal seperti apa? Siapakah partai pemenang pemilu dan Presiden  RI mendatang.

Deretan survey dan polling sudah dilakukan. Sejauh ini dua besar posisi partai politik bakal diduduki oleh PDI Perjuangan dan Golkar. Demokrat tidak dihitung karena sepanjang 2013 lalu, partai berlogo mercy ini babak belur dihantam  kasus korupsi. Bagaimana dengan Presiden? Sosok Jokowi dikatakan survey cukup fenomenal.  Kendati belum teruji memimpin Jakarta namun namanya dipersepsikan publik (setidaknya lewat survey) sebagai calon yang pas menggantikan SBY.  Kans lain juga didapat Prabowo Subianto.  Mantan Danjen Kopasus ini  juga jadi harapan. Persepsi publik menempatkannya sebagai sosok yang tegas. Sebuah sikap yang dirindukan selama kepemimpinan SBY.

Semua akan terjawab sepanjang 2014  .........

Semen Indonesia; Jaga Konsistensi Kawal Sinergi dan Inovasi

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Desember 2012 lalu memberi makna penting bagi perjalanan PT semen Indonesia (Persero) Tbk. Hari itu, para pemegang saham menyetujui keputusan strategis pada Perseroan yang didirikan pada 7 Agustus 1957 ini. Nama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk secara resmi menggantikan nama sebelumnya, PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Pergantian nama tersebut membawa sederet konsekwensi. Semen Indonesia (SMI) kini tidak lagi bermain di tingkat operasional, peran yang dimainkan saat masih bernama Semen Gresik. SMI berubah menjadi Strategic Holding Grup yang lebih bermain di kegiatan yang bersifat strategis. Sekaligus membuat kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh seluruh Operational Company (Opco). Saat ini, SMI miliki empat Opco yakni Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam. Secara kuantitatif, pasca RUSLB ini, SMI menjadi makin digdaya di pasar semen nasional. Prosentase penguasaan pasar makin meningkat. Saat ini kapasitas produksi Semen Indonesia (SMI) sebesar 27,7 juta ton semen per tahun, dan menguasai sekitar 45% pangsa pasar semen domestik. Upaya sinergi ini juga memberi hasil positif pada sederet catatan keuangan Perseroan. Pada 2012 lalu, revenue SMI tercatat Rp 19,64 triliun. Bandingkan pada catatan revenue 2004 lalu yang ‘hanya’ Rp 6,07 triliun. Tahun 2013, jumlah itu diperkirakan bakal naik tajam. Tilik saja pada laporan yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Oktober lalu. Pada kuartal III 2013, SMI telah membukukan laba bersih Rp 3,906 triliun. Naik sebesar 15,32 persen dari kuartal II yakni Rp 3,389 triliun. Jika dibanding pada kuartal yang sama tahun 2012 ada kenaikan sebesar 27,24 persen. Waktu itu, pendapatan sampai kuartal III sebesar Rp 13,667 triliun dan pada 2013 meraih Rp 17,390 triliun. Mengingat masih ada sisa waktu di kuartal IV 2013 ini, diprediksi jumlah revenue akan naik dibanding tahun 2012 lalu. Dibalik sederet catatan positif tersebut, ke depan tantangan berat sudah menanti SMI. Memasuki 2014, kondisi sosial politik diperkirakan bakal mempengaruhi ekonomi nasional. Para investor, kemungkinan besar akan menunda beberapa proyek yang akan dikerjakan. Semua lebih bersikap pasif, wait and see melihat perkembangan sosial politik di tanah air. Buntutnya ini juga akan berpengaruh pada permintaan semen di pasar nasional. Maklum, 2014 adalah tahun politik. Sedikitnya ada dua hajatan nasional yang akan sangat mempengaruhi perjalanan bangsa ke depan yakni Pemilu Legislatif pada 9 April 2014 dan dilanjut pemilihan presiden yang diperkirakan digelar pada bulan Juli. Namanya juga tahun politik, tensi politik juga sudah mulai menghangat yang ujungnya berimbas pada kondisi ekonomi nasional. Indikasinya sudah bisa dilihat di nilai tukar rupiah yang terus melorot. Selain karena faktor ekonomi global penurunan ini diprediksi akan terus terjadi sampai dipastikan kondisi sosio politik tetap settle pasca dua hajatan nasional di atas. Dari sisi ekonomi, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 7,5 persen dan aturan uang muka kredit rumah kedua bakal menjadi penghambat penjualan semen. Kenaikan BI rate, diikuti kenaikan suku bunga kredit perbankan serta kondisi ekonomi global juga ikut andil mempengaruhi penjualan Semen Indonesia di dalam negeri. Tantangan bagi SMI tak hanya berhenti sampai di situ. Beberapa tahun ke depan, persaingan di pasar semen nasional dipastikan bakal makin riuh. Dari data yang dirilis Kantor Kementerian Perindustrian, sebanyak 12 investor siap menggelontorkan dana sekitar US$ 6,68 miliar (Rp 65,03 triliun) untuk membangun pabrik semen di Indonesia pada 2013-2017. Investasi tersebut akan melipatgandakan kapasitas produksi semen menjadi 108,77 juta ton, atau bertambah 48,3 juta ton dari akhir 2012 masih 60,47 juta ton. Investor lama yang kini telah memiliki pabrik semen akan menambah kapasitas produksi 35,3 juta ton dengan nilai investasi US$ 4,83 miliar (Rp 47,03 triliun). Selain SMI mereka ada juga pemain lama yakni Lafarge Cement Indonesia, PT semen Baturaja (Persero), PT Indocement TP Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, serta PT Semen Bosowa. Pendatang baru akan membangun pabrik semen dengan total kapasitas 13 juta ton dan bernilai investasi sekitar US$ 1,85 miliar (Rp 18 triliun). Investor ini terdiri atas Anhui Cement (Tiongkok), Siam Cement (Thailand), China Triumph, State Development and Investment Cooperation (SDIC) asal Tiongkok, Wilmar (Semen Merah Putih), serta PT Jhui Shin Indonesia (Taiwan) atau Semen Karawang. Terhadap persaingan pasar yang makin kompetitif, SMI tak perlu ragu. Banyak yang memprediksi, BUMN yang pertama kali go public ini bakal tetap bertahan sebagai market leader. Ini tak lepas dari langkah-langkah strategis yang telah dilakukan perusahaan. Salah satunya dengan menyinergikan semua sumber daya yang ada. Perubahan SMI menjadi strategic Holding Company adalah bagian dari ikhtiar tersebut. Perseroan ini tak hanya bertahan tapi juga menjadi pemenang di tengah persaingan yang makin kompetitif. Menjadi perusahaan yang tidak terkalahkan. Baik dari sisi kapasitas, pemasaran, produksi maupun dalam persaingan di pasar umum. Selain itu, SMI juga miliki modal Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Ini terlihat dari tertanamnya tradisi inovasi yang kuat di seluruh karyawan. Lewat inovasi, Perseroan mampu meningkatkan efesiensi hingga ratusan miliar. Bahkan, sejak 1999 lalu, tradisi inovasi ini telah dikompetisikan lewat gelaran Semen Indonesia Award of Innovation (SMI-AI). Ribuan karyawan terus didorong dan dipacu guna berpikir kreatif, out the box guna memberi nilai lebih bagi Perusahaan. Pekerjaan terbesar bagi SMI sekarang adalah konsistensi. Bagaimana terus mengawal proses sinergi yang sudah berjalan guna mencapai visi Perseroan sebagai perusahaan persemenan terkemuka di Asia Tenggara. Begitu juga dengan tradisi inovasi yang telah dibangun. Dua hal itu diyakini akan membawa SMI tetap survive di tahun politik. *** 

Satu Persebaya, Mungkinkah?

sisa postingan sampai selesai

Minggu, 24 Mei 2009

Super Battle

Buat para penggila bola benjeng dan sekitarnya,pertarungan ini boleh di bilang ajang pembuktian lini depan MU atau Barca,who`s the real maestro CR7 atau messi.Sebelum jam kick off D`QUEEN,TNC,KAMPOENK ROCK,ELNUNO akan menggebrak panggung open stage di lapangan Muspika Kec Benjeng mulai jam 19.30.top 40,hip hop,hip metal,heavy metal,pop yang akan memanjakan telinga para penggila bola dan pecinta musik
di benjeng dan sekitarnya.

So,whatcu waiting for!27 mei 2009,Kartar Bina Remaja Dan KERREK (Kelompok Remaja Kreatif)punya produksi acara.Seru,Asyik yang pasti rugi banget kalau tidak ikut nimbrung.

Sabtu, 03 Januari 2009

Tahun Pembangunan Fondasi dan Menagih Janji



*)Olahraga Jawa Timur di Tahun 2009



Ram Surahman
Ram_radarsby@yahoo.com


Tak hanya peletakan fondasi, 2009 ini juga bisa berarti pekerjaan ektra bagi KONI Jatim. Pasalnya, banyak cabor yang akan menagih janji terkait dengan penyediaan fasilitas. Terutama cabor yang telah berjasa besar menjadi lumbung emas Jatim di PON Kaltim lalu. Seperti Selam, Loncat Indah dan Bola Voli.



Olahraga Jawa Timur memasuki tahun 2009 dengan penuh percaya diri. Ini tak lepas dari catatan manis pada 2008 lalu, dimana Jawa Timur dengan gemilang mampu keluar sebagai juara umum PON XVII yang digelar di Kalimantan Timur. PON yang telah disepakati sebagai puncak dari jalur pembinaan yang dilakukan selama ini, maka lewat multieven tersebut, Jatim mampu menunjukkan sebagai barometer olahraga nasional dalam kurun empat tahun terakhir.
Sukses tersebut, di satu sisi jelas menjadi sebuah kebanggaan. Setidaknya, Jatim kini ramai dikunjungi daerah lain untuk menimba ilmu. Pemandangan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi milik DKI Jakarta. Di sisi lain, kisah sukses di atas justru menjadi penanda dimulainya sebuah kerja keras bagi seluruh insan olahraga Jatim. Pasalnya, sudah pasti perjuangan di PON Riau 2012 mendatang bakal jauh lebih berat dan sulit. Bukankah mempertahankan jauh lebih berat dari merebut juara?
KONI Jatim, selaku payung semua cabang olahraga (cabor) di Provinsi ini, sudah menyiapkan sederet perangkat untuk kembali meneruskan dominasi. Salah satunya dengan menggeber Program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) jangka panjang. Program ini, direncanakan sudah berjalan mulai Januari ini. Langkah ini dimaksud sebagai peletakan fondasi prestasi. Persis seperti yang dicanangkan saat persiapan PON Kaltim lalu. Saat itu, beberapa tahun sebelumnya, Jatim sudah meluncurkan program Puslatda berlabel 'Jatim 100'. Hasilnya pun bisa dipetik pada saat pelaksanaan PON Kaltim.
Hanya saja, untuk Puslatda kali ini, KONI Jatim sedikit banyak coba lakukan modifikasi. Ini tak lepas dari fakta bahwa program seperti ini sudah bukan rahasia lagi. Banyak daerah yang lakukan hal sama seperti Jatim. Selain itu, penyesuaian juga dilakukan untuk menyeleraskan dengan regulasi baru yang akan diterapkan di PON Riau mendatang. Salah satunya menyangkut batasan umur atlet yang tampil. "Pastilah beda. Kalau sama, berarti kan nggak ada kemajuan. Kita sudah siapkan beberapa format untuk Puslatda jangka panjang. Salah satunya dengan mendatangkan konsultan asing," terang Irmantara Subagio, Kabid Binpres KONI Jatim.
Tak hanya peletakan fondasi, 2009 ini juga bisa berarti pekerjaan ektra bagi KONI Jatim. Pasalnya, banyak cabor yang akan menagih janji terkait dengan penyediaan fasilitas. Terutama cabor yang telah berjasa besar menjadi lumbung emas Jatim di PON Kaltim lalu. Seperti Selam, Loncat Indah dan Bola Voli. Ketiga cabor ini, terang-terangan sudah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas di tahun 2009 ini. Selam, lewat ketuanya, Erlangga Satriagung, sudah memasukkan program pembangunan kolam di tahun ini. Diharapkan tiga tahun ke depan, impian ini bisa terwujud. Begitu juga dengan loncat indah yang selama ini, masih nebeng latihan di Kolam milik Graha Residence. Bola Voli? Setali tiga uang. Sampai saat ini, PBVSI Jatim belum miliki gedung indoor yang bisa dipakai untuk kejuaraan berlevel nasional.
Tuntutan ini, sudah pasti bakal memberi tekanan hebat pada anggaran keuangan KONI Jatim. Maklum, selain harus membiayai Puslatda, anggara juga tersedot untuk memenuhi tuntutan di atas. Padahal, situasi 2009 nanti, jelas berbeda. Imam Utomo, ketua umum KONI Jatim saat ini, sudah tidak lagi menjabat Gubernur Jatim. Ini, tentu akan berdampak pada keleluasaan dan besaran anggaran yang akan diterima. Selain itu, Gubernur Jatim yang baru nanti, tak boleh rangkap jabatan dengan menjadi ketua umum KONI. Pasti, ini akan menimbulkan kerepotan tersendiri. ***


sisa postingan sampai selesai